Welcome to my blog ....................... Selamat Datang di blog saya ................... Sugeng Rawuh wonten ing blug kula

Selasa, 06 November 2012

CERPEN - APA SALAHKU, IBU ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Kasih orang tua bagaikan mentari yang menyinari bumi, terus menerus tanpa  henti sepanjang hari, silih berganti menyinari belahan bumi. Begitupun orang tua yang tak peduli lelah slalu menyayangi kita. Namun, hal ini seperti tak berlakubagi seorang anak berikut uamg lahir di Jombang ini, sebut saja Bela.
 Sejak dilahirkan ia sudah ditinggal oleh ibunya. Sang bunda telah pulang ke Rahmatullah. Namun apa yang ada di fikiran sang ayah?. Sungguh sadis, seorang ayah yang harusnya mengasuh dan mendidik anak dengan hal yang baik,  malah menelantarkan anak kandungnya sendiri dengan alasan yang tidak jelas.
Beruntung, Allah telah mengirimkan orang yang peduli dengan hal ini. Seorang teman dari ibunda mau mengangkatnya jadi anak angkat. Selama delapan tahun berlalu Bela hidup bersama ibu tiri. Tak seperti yang ada di dongeng, ibu tiri yang satu ini bisa, bisa mengasihi Bela layaknya anak yang ia lahirkan sendiri.
Delapan tahun berlalu, kini Bela telah menjadi seorang anak yang besar. Entah karena apa, sang ibu tiri ingin Bela bisa tinggal bersama kakak tirinya yang tinggal di Surabaya. Ya, kakak yang merupakan anak  kandung dari ibu tiri.
Di kota, bukannya Bela semakin nyaman justru Bela semakin tersiksa dengan keadaan ini. Kiriman uang dari ibuyang setipap bulannya dikirimkan lewat sang kakak, ternyat tak sampai dinikmati Bela. Harta itu hanya berhenti di tangan sang kakak.
Bela seolah – olah menjadi pembantu di rumah Sang Kakak. Uang yang harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bela, justru untuk berfoya – foya Sang Kakak.
Untunglah penderitaan yang dialami Bela tak berlarut terlalu lama. Satu tahun bersama Sang Kakak dengan keadaan yang demikian, akhirnya diketahui Sang Ibu. Untuk menyelesaikan masalah ini, Bela dititipkan kepada Sang Paman yang sesungguhnya yang tinggal di Madiun. Dengan tujuan agar tidak berhubungan lagi dengan Sang Kakak.
Di Madiun tak serta merta merubah sikap Bela. Anak tersebut terbiasa dengan lingkungan kasar. Sikap sopan santunnya sungguh tipis, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Hanyalah Sang Paman yang dia takuti.
Waktu berlalu, perlahan – lahan sikap Bela mulai berubah. Kini mulai muncul rasa sopan santunnya terhadap orang lain. Ini semua berkat bantuan moril yang diberikan kepada Bela oleh linkungannya, baik dari teman sekelas, guru, hingga masyarakat sekitar yang simpatik terhadap Bela. Hingga artikel ini ditulis belum ada berkembangan terbaru mengenai Bela. Kita hanya berharap semoga terjadi perkembangan positif terhadap diri Bela.
Dari peristiwa diatas kita bisa ambil hikmahnya. Sebagai orang tua tak sepantasnya kita menelantarkan anak sendiri yang merupakan darah daging sendiri. Dan tak semua ibu tiri itu kejam, salah satunya adalah ibu tiri dari Bela tadi, beliau bisa mengasihi dengan sepenuh hati. Tak lupa pula kita harus bersyukur apabila kedua orang tua kita masih ada, setidaknya kita tak mengalami hal serupa yang dialami Bela. Semoga dengan artikel yang sederhana ini bisa mengetuk hati kita, bisa selalu bersyukur atas pemberian Tuhan yang kita nikmanti selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar