Kasih orang
tua bagaikan mentari yang menyinari bumi, terus menerus tanpa henti sepanjang hari, silih berganti
menyinari belahan bumi. Begitupun orang tua yang tak peduli lelah slalu
menyayangi kita. Namun, hal ini seperti tak berlakubagi seorang anak berikut
uamg lahir di Jombang ini, sebut saja Bela.
Sejak dilahirkan ia sudah ditinggal oleh
ibunya. Sang bunda telah pulang ke Rahmatullah. Namun apa yang ada di fikiran
sang ayah?. Sungguh sadis, seorang ayah yang harusnya mengasuh dan mendidik
anak dengan hal yang baik, malah
menelantarkan anak kandungnya sendiri dengan alasan yang tidak jelas.
Beruntung,
Allah telah mengirimkan orang yang peduli dengan hal ini. Seorang teman dari
ibunda mau mengangkatnya jadi anak angkat. Selama delapan tahun berlalu Bela
hidup bersama ibu tiri. Tak seperti yang ada di dongeng, ibu tiri yang satu ini
bisa, bisa mengasihi Bela layaknya anak yang ia lahirkan sendiri.
Delapan tahun
berlalu, kini Bela telah menjadi seorang anak yang besar. Entah karena apa,
sang ibu tiri ingin Bela bisa tinggal bersama kakak tirinya yang tinggal di
Surabaya. Ya, kakak yang merupakan anak
kandung dari ibu tiri.
Di kota,
bukannya Bela semakin nyaman justru Bela semakin tersiksa dengan keadaan ini.
Kiriman uang dari ibuyang setipap bulannya dikirimkan lewat sang kakak, ternyat
tak sampai dinikmati Bela. Harta itu hanya berhenti di tangan sang kakak.
Bela seolah –
olah menjadi pembantu di rumah Sang Kakak. Uang yang harusnya digunakan untuk
memenuhi kebutuhan Bela, justru untuk berfoya – foya Sang Kakak.
Untunglah
penderitaan yang dialami Bela tak berlarut terlalu lama. Satu tahun bersama
Sang Kakak dengan keadaan yang demikian, akhirnya diketahui Sang Ibu. Untuk
menyelesaikan masalah ini, Bela dititipkan kepada Sang Paman yang sesungguhnya
yang tinggal di Madiun. Dengan tujuan agar tidak berhubungan lagi dengan Sang
Kakak.
Di Madiun tak
serta merta merubah sikap Bela. Anak tersebut terbiasa dengan lingkungan kasar.
Sikap sopan santunnya sungguh tipis, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Hanyalah
Sang Paman yang dia takuti.
Waktu
berlalu, perlahan – lahan sikap Bela mulai berubah. Kini mulai muncul rasa
sopan santunnya terhadap orang lain. Ini semua berkat bantuan moril yang
diberikan kepada Bela oleh linkungannya, baik dari teman sekelas, guru, hingga
masyarakat sekitar yang simpatik terhadap Bela. Hingga artikel ini ditulis
belum ada berkembangan terbaru mengenai Bela. Kita hanya berharap semoga
terjadi perkembangan positif terhadap diri Bela.
Dari
peristiwa diatas kita bisa ambil hikmahnya. Sebagai orang tua tak sepantasnya
kita menelantarkan anak sendiri yang merupakan darah daging sendiri. Dan tak
semua ibu tiri itu kejam, salah satunya adalah ibu tiri dari Bela tadi, beliau
bisa mengasihi dengan sepenuh hati. Tak lupa pula kita harus bersyukur apabila
kedua orang tua kita masih ada, setidaknya kita tak mengalami hal serupa yang
dialami Bela. Semoga dengan artikel yang sederhana ini bisa mengetuk hati kita,
bisa selalu bersyukur atas pemberian Tuhan yang kita nikmanti selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar